Sunday, August 26, 2018

Analisa ekonomi susah part 1

Pagi ini saya baca berita:

Yang laku stand produk yang sudah terkenal. Kenapa?
Nyalahin siapa? Salah jokowi? Tentu tidak. Yang salah rakyat? "Gile tega lu. Zolim!". Ya serah lu deh. Saya cuma kasih pendapat (bisa jadi petunjuk dan arahan bagi yang mau nurutin). Mau diturutin apa nggak terserah. Jangan lupa, Saya juga termasuk di dalam "rakyat" yang juga masih susah itu.
Rakyat susah, Rupiah melemah, Ekonomi lesu, penyebabnya cuma 1: Bangsa Indonesia "kurang berperan" bagi dunia. Atau istilah yang mungkin lebih keren: "kurang bersaing".
Jadi algoritmanya seperti ini:
1. Rakyat kurang bersaing
2. Produk/jasa tak dilirik
3. Ekonomi lesu.
4. Rupiah melemah.
5. Rakyat susah.
6+. Rakyat ngutang sama tetangga, tetangga ngutang sama bos, bos ngutang sama bank, bank ngutang sama negara, negara ngutang sama negara lain.
Terus bagaimana cara mengatasinya? Inilah saatnya "Revolusi Mental" dibunyikan. Jadi bukannya menyalahkan yang di luar, tetapi harusnya intropeksi ke dalam. Sementara segini dulu. Nanti disambung lagi analisanya. Masih banyak yang belum disampaikan.
Disclaimer: Penulis tidak punya hubungan apapun dengan Jokowi ataupun program Revolusi Mental yang udah makan milyaran tanpa hasil itu.

No comments: